Memasuki masa remaja Rosululloh mulai berusaha mencari rezeki untuk
membantu pamannya dengan mengembalakan kambing dan mendapat upah beberapa
qiroth (Ukuran berat perak ada pendapat lain ukuran berat emas). Selama masa
mudanya Allah telah memeliharanya dan melindunginya dari
penyimpangan-penyimpangan jahiliyah. Pernah pada suatu saat beliau akan pergi
untuk berkumpul dengan teman-temannya yang sedang pesta dan mendengarkan
nyanyian. Sebelum sampai ditempat temannya tersebut Allah menutup telinga
beliau sehingga tidak sampai mendengar nyanyian dan mengirim rasa kantuk
sehingga beliau tertidur. Pada malam yang lain juga terjadi hal seperti itu
sehingga sejak saat itu beliau tidak pernah lagi menginginkan keburukan.
Sehingga saat itu beliau menjadi orang yang paling kesatria di kaumnya,
paling baik akhlaqnya, paling mulia nasabnya, paling baik pergaulannya, paling
santun, paling baik tutur katanya, paling jujur, paling jauh dari keburukan dan
paling jauh dari akhlaq yang mengotori sifat orang laki-laki sehingga kaumnya
menggelarinya Al Amin (orang yang dapat dipercaya karena terkumpul segala sifat
kebaikan pada diri beliau). Semua itu karena 'inayah Ilahi secara khusus pada
beliau.
Nb : Sehubungan dengan usaha
Rosululloh mengembalakan kambing untuk tujuan mencari rezeki terdapat 3 ibroh
(pelajaran) yang dapat diambil menurut Syekh Muhammad Sa'id Romadhon Al Buthi
(guru Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki) yakni :
1. Begitu merasakan kemampuan untuk bekerja beliau segera
melakukannya dengan sekuat tenaga untuk meringankan beban pamannya yang selama
ini mengasuhnya dengan kasih sayang yang sangat. Walaupun hasilnya tidak begitu
banyak dan tidak begitu penting bagi pamannya, tetapi ini merupakan akhlaq yang
mengungkapkan rasa syukur, kecerdasan dan kebaikan prilaku.
2. Agar kita mengetahui bahwa harta yang terbaik adalah
harta yang diperoleh dari usaha sendiri tidak meminta minta
3. Para ahli dakwah akan dihargai jika mencari usaha
sendiri dan tidak menjadikan dakwah sebagai sumber rezekinya yakni mengharap
dikasi orang upah dari dakwahnya dengan mencari usaha sendiri maka akan bebas
dalam berdakwah sehingga tidak merasa berutang budi kepada siapapun sehingga
dapat menyatakan kebenaran dengan bebas.
Hal inilah yang
terjadi pada Rosululloh, Alloh menjaganya agar dari kehidupan beliau sebelum
menjadi Rosul tidak ada unsur balas budi sehingga tidak menimbulkan pengaruh
buruk terhadap dakwahnya sesudah menjadi Rosul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar