11 Jan 2015

Rosululloh Diasuh Pamannya BAG.3

Memasuki masa remaja Rosululloh mulai berusaha mencari rezeki untuk membantu pamannya dengan mengembalakan kambing dan mendapat upah beberapa qiroth (Ukuran berat perak ada pendapat lain ukuran berat emas). Selama masa mudanya Allah telah memeliharanya dan melindunginya dari penyimpangan-penyimpangan jahiliyah. Pernah pada suatu saat beliau akan pergi untuk berkumpul dengan teman-temannya yang sedang pesta dan mendengarkan nyanyian. Sebelum sampai ditempat temannya tersebut Allah menutup telinga beliau sehingga tidak sampai mendengar nyanyian dan mengirim rasa kantuk sehingga beliau tertidur. Pada malam yang lain juga terjadi hal seperti itu sehingga sejak saat itu beliau tidak pernah lagi menginginkan keburukan.
Sehingga saat itu beliau menjadi orang yang paling kesatria di kaumnya, paling baik akhlaqnya, paling mulia nasabnya, paling baik pergaulannya, paling santun, paling baik tutur katanya, paling jujur, paling jauh dari keburukan dan paling jauh dari akhlaq yang mengotori sifat orang laki-laki sehingga kaumnya menggelarinya Al Amin (orang yang dapat dipercaya karena terkumpul segala sifat kebaikan pada diri beliau). Semua itu karena 'inayah Ilahi secara khusus pada beliau.
Nb : Sehubungan dengan usaha Rosululloh mengembalakan kambing untuk tujuan mencari rezeki terdapat 3 ibroh (pelajaran) yang dapat diambil menurut Syekh Muhammad Sa'id Romadhon Al Buthi (guru Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki) yakni :
1.    Begitu merasakan kemampuan untuk bekerja beliau segera melakukannya dengan sekuat tenaga untuk meringankan beban pamannya yang selama ini mengasuhnya dengan kasih sayang yang sangat. Walaupun hasilnya tidak begitu banyak dan tidak begitu penting bagi pamannya, tetapi ini merupakan akhlaq yang mengungkapkan rasa syukur, kecerdasan dan kebaikan prilaku.
2.   Agar kita mengetahui bahwa harta yang terbaik adalah harta yang diperoleh dari usaha sendiri tidak meminta minta
3.      Para ahli dakwah akan dihargai jika mencari usaha sendiri dan tidak menjadikan dakwah sebagai sumber rezekinya yakni mengharap dikasi orang upah dari dakwahnya dengan mencari usaha sendiri maka akan bebas dalam berdakwah sehingga tidak merasa berutang budi kepada siapapun sehingga dapat menyatakan kebenaran dengan bebas.
Hal inilah yang terjadi pada Rosululloh, Alloh menjaganya agar dari kehidupan beliau sebelum menjadi Rosul tidak ada unsur balas budi sehingga tidak menimbulkan pengaruh buruk terhadap dakwahnya sesudah menjadi Rosul.

Tidak ada komentar: