10 Jan 2015

Rosululloh Diasuh Pamannya BAG.2



Saat Rosululloh berumur 12 tahun beliau untuk pertama kalinya diajak pamannya ke Syam untuk berdagang. Sebenarnya pamannya tidak mengajak karena jaraknya yang jauh, saat akan pergi Rosululloh memegangi dengan kuat punggung kuda pamannya dan berkata : Yaa Abaku apakah tega meninggalkanku sendirian dan Rosululloh meminta ikut pergi. Abu Tholib berkata dengan perasaan tidak tega : Demi Alloh, aku pasti membawanya pergi, ia tidak boleh berpisah denganku dan aku tidak boleh berpisah dengannya. Lalu beliaupun membawa Rosululloh, saat itu musim panas orang-orang mencela Abu Tholib karena membawa anak kecil. Lalu berangkatlah rombongan dagang Quroisy dengan dipimpin Abu Tholib, kuda yang dinaiki Rosululloh selalu didepan memimpin.
Ketika rombongan tiba di Busro Syam mereka beristirahat dekat sebuah pohon dimana didekat pohon tersebut ada sebuah rumah milik pendeta Buhairo dimana rumah tersebut tempat berkumpulnya umat Nashoro disaat itu untuk menimba ilmu. Sebelum kafilah dagang Quroisy sampai ditempat itu, Buhairo telah melihat dari dalam rumahnya. Ia melihat keanehan dari kafilah ini, Ia melihat ada awan yang selalu menaungi kafilah ini sedang kafilah lainnya tidak dinaungi. Maka ketika ia melihat kafilah tersebut berhenti dekat rumahnya maka ia menyuruh pembantunya untuk membuat makanan yang banyak untuk menjamu kafilah Abu Tholib. Padahal selama ini Buhairo tidak pernah peduli kepada kafilah.
Buhairo lalu pergi mendatangi kafilah ini dan mengundang semua rombongan untuk makan dirumahnya, lalu mereka semua pergi ke rumah Buhairo. Rumahnya mempunyai pintu yang pendek sehingga jika masuk semua orang menundukkan kepalanya. Sedang Rosululoh tidak ikut kedalam rumah karena masih kecil. Beliau berada dibawah pohon menjaga perbekalan rombongan.
Saat Buhairoh tidak melihat sifat diantara rombongan yang telah ia ketahui maka ia berkata : Hai orang Quroisy jangan sampai ada yang tidak makan makananku ini. Lalu seorang dari Quroisy menjawab : Hai Buhairo tidak ada yang tertinggal makan makananmu dari kami kecuali anak muda yang paling kecil diantara kami, ia menjaga bekal rombongan. Buhairo berkata : Panggillah anak itu kemari. Salah seorang Quroisy berkata : Aib bagi kami kalau anak Abdulloh bin Abdul Mutholib tidak ikut makan bersama kami. Lalu orang tersebut pergi keluar memanggil Rosululoh. Buhairo melihat dari dalam rumah terpana karena ia melihat Rosululloh duduk dibawah pohon dimana awan menaunginya diatas pohon tersebut, ranting-ranting pohon berjuntai kepada beliau. Buhairo telah melihat di kitab bahwa akan berteduh disebuah pohon anak kecil yang akan jadi Nabi akhir zaman bernama Muhammad. Pohon itu tidak akan diduduki setelah Nabi Isa kecuali diduduki Nabi akhir zaman, maka menjadi yakinlah Buhairoh, lalu Rosululloh datang kerumah Buhairo untuk ikut makan. Saat akan masuk pintu yang dilewati Rosululloh menjadi tinggi sehingga Rosululloh tidak menundukkan badan dan kepalanya (Rahmat Allah). Melihat hal itu bertambah keyakinan Buhairo dan beliau langsung memeluk Rosululloh serta menciuminya dan bersyahadat.
Saat Rosululloh sudah didalam rumah, Buhairoh menemukan sifat-sifat kenabian yakni ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Rosululloh misalnya tentang tidur beliau, postur beliau dan lain-lain, lalu ia melihat punggung Rosululloh ada cap kenabian seperti yang tertera persis di kitab Buhairo. Kemudian Buhairo menemui Abu Tholib dan menanyakan segala sesuatu tentang Rosululloh. Setelah mendengar semua penjelasan bertambah yakinlah Buhairo dan ia pun berkata kepada Abu Tholib agar segera membawa pulang Rosululloh setelah selesai berdagang di Syam karena untuk menjaga dari penglihatan orang-orang Yahudi. Buhairo berkata : Demi Alloh jika mereka (yahudi) melihat padanya seperti yang aku lihat mereka pasti membunuhnya. Sesungguhnya akan terjadi sesuatu yang besar terhadap anak ini. Lalu Abu Tholib menjawab : Allah yang akan melindunginya jika benar anakku ini akan menjadi Rosul.
Saat perjalanan pulang ada unta buas yang berhari-hari ditengah jalan menghalangi orang lewat maka Rosululloh mendekatinya dan unta itu sujud didepan Rosululloh dan beliaupun naik diatasnya. Selama perjalanan ke Syam sampai pulang lagi perbekalan makanan dan minuman tidak pernah habis padahal biasanya dalam perjalanan pulang sudah habis ditengah jalan. Melihat semua kejadian itu makin yakinlah Abu Tholib akan apa yang sudah dikatakan Buhairo. Sejak saat itu makin bertambah kecintaan Abu Tholib kepada Rosululloh bahkan beliau sangat menjaganya dengan hati-hati.
Pernah suatu hari ada seorang dukun di Mekkah dimana saat itu sudah menjadi kebiasaan orang Quroisy datang kepada dukun tersebut yang bernama Lihb dengan membawa anak-anaknya untuk diramal. Abu Tholib juga datang, saat Lihb melihat Rosululloh dengan seksama dan lama padahal saat itu ia sedang meramal anak lain maka Abu Tholib pun segera membawa pergi Rosululloh karena melihat keseriusan Lihb saat memandang Rosululloh. Saat Abu Tholib pergi menyembunyikan Rosululloh dari penglihatan Lihb dukun tersebut berkata : celakalah kalian bawa kesini anak muda yang aku lihat tadi. Demi Allah anak muda ini akan menjadi orang besar di kemudian hari.

Tidak ada komentar: