بسم
الله الرحمن الرحيم
Dismenorea (nyeri haid/dilepen) adalah keluhan
yang sering dialami wanita pada bagian perut bawah. Selain nyeri bagian perut
bawah, juga bisa saja punggung bagian
bawah, pinggang, panggul otot paha atas hingga betis. Dapat terasa
sebelum/selama/sesudah haid.
Rasa karena kontraksi otot perut yang intens saat
mengeluarkan darah. Sehingga otot menegang pada otot perut, juga otot-otot
penunjang otot perut yang terdapat di bagian punggung bawah, pinggang, panggul,
paha hingga betis. Nyerinya bersifat
kolik (datang pergi) atau terus menerus. . Para ahli membagi dua
bagian, dismonera primer dan sekunder.
A. Dismenorea Primer
Dismenorea primer adalah nyeri haid yang ditemui
tanpa adanya kelainan pada alat kandungan. Biasanya terjadi setelah 12 bulan
atau lebih sejak menarche (haid yang pertama kali). Penyebab dismenorea primer,
antara lain, faktor kejiwaan, faktor konstitusi (anemia, TBC atau kelelahan),
faktor anatomi genetalia interna (misal leher rahim sempit/bengkok ke
depan,dll), faktor endokrin/hormonal dan faktor alergi. Cara mengatasi nyeri haid
primer adalah :
1. Suhu
panas gunakan heating pad (bantal pemanas), kompres handuk atau botol
berisi air panas di perut dan punggung bawah serta minum minuman yang hangat.
Mandi air hangat juga dapat membantu.
2. Tidur
dan istirahat yang cukup
3. Olahraga
teratur (termasuk banyak jalan), tidak hanya mengurangi stres tapi juga
meningkatkan produksi endorfin otak, penawar sakit alami tubuh
4. Berikan
obat analgetik (pengurang rasa sakit).
5. Terapi
hormonal bertujuan untuk menekan ovulasi
(keluarnya ovum/sel telur dari ovarium/kandung telur). Hanya bersifat sementara
untuk memastikan bahwa gangguan benar-benar tidak ada pada alat kandungan.
6. Terapi
alternatif , yaitu visualisasi-konsentrasi (psikologi/sugesti diri), aroma
terapi dan pemijatan (Pijatan yang ringan dan melingkar dengan telunjuk pada
perut bagian bawah) dapat mengurangi rasa tidak nyaman. akan membantu
mengurangi nyeri haid. Mendengarkan qoshidah, membaca buku atau dialihkan
dengan sesuatu hal.
B.
Dismenorea
Skunder
Pada Dismenorea skunder berhubungan dengan penyakit/kelainan
pada alat kandungan. Nyeri dapat terasa sebelum, selama, dan sesudah haid.
Nyeri bukan satu-satunya gejala penyakit yang disebutkan. Untuk membedakan
dismenorea primer dan sekunder, yang primer keluhan organ kewanitaan lebih
kecil kadang tidak ada keluhan hanya nyeri aja, misalnya tidak ada
keputihan/pembesaran perut/haid diwaktunya. Sedang yang sekunder tidak hanya
nyeri bahkan banyak keluhan-keluhan lain. Penyebab terjadinya dismenorea
skunder, antara lain :
Ø Infeksi
biasanya nyeri terasa sudah terasa sebelum haid. Misalnya pada kasus
salpingitis kronis, yaitu infeksi yang lama pada saluran penghubung
rahim/uterus dengan kandung telur/ovarium. Pengobatannya dengan antibiotika dan
anti radang.
Ø Myoma
uteri (tumor jinak kandungan), seringkali nyeri terasa hilang timbul (kolik)
Ø Endometriosis
Endometrium (selaput lendir di
dinding dalam rahim) sangat berpengaruh terhadap hormon wanita.
Normalnya, sel endometrium rahim akan menebal pada pertengahan siklus haid agar
nantinya siap untuk menerima hasil pembuahan antara sel telur dan sperma. Bila
sel telur tidak mengalami pembuahan, sel endometrium yang menebal akan meluruh
dan keluar sebagai darah haid. Pada endometriosis, sel endometrium yang
semula berada dalam rahim akan berpindah dan tumbuh di luar rahim. Sel ini bisa
saja tumbuh dan berpindah ke ovarium, saluran telur (tuba fallopi),belakang
rahim, ligamentum (jaringan ikat disekitar rahim) bahkan dapat sampai ke usus
dan kandung kencing. Sel endometrium ini memiliki respons yang sama seperti sel
endometrium pada rahim dan sangat berpengaruh terhadap hormon kewanitaan. Pada
saat haid berlangsung, sel-sel endometrium yang berpindah ini akan mengelupas
dan menimbulkan perasaan nyeri di sekitar panggul. Nyeri dirasakan sangat
berat.
Untuk
terapi utama dismenore sekunder sesuai penyebabnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar