13 Des 2014

DISMENOREA / NYERI HAID

بسم الله الرحمن الرحيم
Dismenorea (nyeri haid/dilepen) adalah keluhan yang sering dialami wanita pada bagian perut bawah. Selain nyeri bagian perut bawah, juga bisa  saja punggung bagian bawah, pinggang, panggul otot paha atas hingga betis. Dapat terasa sebelum/selama/sesudah haid.
Rasa karena kontraksi otot perut yang intens saat mengeluarkan darah. Sehingga otot menegang pada otot perut, juga otot-otot penunjang otot perut yang terdapat di bagian punggung bawah, pinggang, panggul, paha hingga betis. Nyerinya bersifat  kolik (datang pergi) atau terus menerus. . Para ahli  membagi dua bagian, dismonera primer dan sekunder.
A.      Dismenorea Primer
Dismenorea primer adalah nyeri haid yang ditemui tanpa adanya kelainan pada alat kandungan. Biasanya terjadi setelah 12 bulan atau lebih sejak menarche (haid yang pertama kali). Penyebab dismenorea primer, antara lain, faktor kejiwaan, faktor konstitusi (anemia, TBC atau kelelahan), faktor anatomi genetalia interna (misal leher rahim sempit/bengkok ke depan,dll), faktor endokrin/hormonal dan faktor alergi. Cara mengatasi nyeri haid primer adalah :
1.    Suhu panas gunakan heating pad (bantal pemanas), kompres handuk atau botol berisi air panas di perut dan punggung bawah serta minum minuman yang hangat. Mandi air hangat juga dapat membantu.
2.    Tidur dan istirahat yang cukup
3.    Olahraga teratur (termasuk banyak jalan), tidak hanya mengurangi stres tapi juga meningkatkan produksi endorfin otak, penawar sakit alami tubuh
4.    Berikan obat analgetik (pengurang rasa sakit).
5.    Terapi hormonal  bertujuan untuk menekan ovulasi (keluarnya ovum/sel telur dari ovarium/kandung telur). Hanya bersifat sementara untuk memastikan bahwa gangguan benar-benar tidak ada pada alat kandungan.
6.    Terapi alternatif , yaitu visualisasi-konsentrasi (psikologi/sugesti diri), aroma terapi dan pemijatan (Pijatan yang ringan dan melingkar dengan telunjuk pada perut bagian bawah) dapat mengurangi rasa tidak nyaman. akan membantu mengurangi nyeri haid. Mendengarkan qoshidah, membaca buku atau dialihkan dengan sesuatu hal.
B.       Dismenorea Skunder
Pada Dismenorea skunder berhubungan dengan penyakit/kelainan pada alat kandungan. Nyeri dapat terasa sebelum, selama, dan sesudah haid. Nyeri bukan satu-satunya gejala penyakit yang disebutkan. Untuk membedakan dismenorea primer dan sekunder, yang primer keluhan organ kewanitaan lebih kecil kadang tidak ada keluhan hanya nyeri aja, misalnya tidak ada keputihan/pembesaran perut/haid diwaktunya. Sedang yang sekunder tidak hanya nyeri bahkan banyak keluhan-keluhan lain. Penyebab terjadinya dismenorea skunder, antara lain : 
Ø  Infeksi biasanya nyeri terasa sudah terasa sebelum haid. Misalnya pada kasus salpingitis kronis, yaitu infeksi yang lama pada saluran penghubung rahim/uterus dengan kandung telur/ovarium. Pengobatannya dengan antibiotika dan anti radang. 
Ø  Myoma uteri (tumor jinak kandungan), seringkali nyeri terasa hilang timbul (kolik)
Ø  Endometriosis
Endometrium (selaput lendir di dinding dalam rahim)  sangat berpengaruh terhadap  hormon wanita. Normalnya, sel endometrium rahim akan menebal pada pertengahan siklus haid agar nantinya siap untuk menerima hasil pembuahan antara sel telur dan sperma. Bila sel telur tidak mengalami pembuahan, sel endometrium yang menebal akan meluruh dan keluar sebagai darah haid. Pada endometriosis, sel endometrium yang semula berada dalam rahim akan berpindah dan tumbuh di luar rahim. Sel ini bisa saja tumbuh dan berpindah ke ovarium, saluran telur (tuba fallopi),belakang rahim, ligamentum (jaringan ikat disekitar rahim) bahkan dapat sampai ke usus dan kandung kencing. Sel endometrium ini memiliki respons yang sama seperti sel endometrium pada rahim dan sangat berpengaruh terhadap hormon kewanitaan. Pada saat haid berlangsung, sel-sel endometrium yang berpindah ini akan mengelupas dan menimbulkan perasaan nyeri di sekitar panggul. Nyeri dirasakan sangat berat.
Untuk terapi utama dismenore sekunder sesuai penyebabnya.

Tidak ada komentar: