Terdapat
dua peristiwa penting di masa Abdul Mutholib yakni peristiwa penggalian sumur
zam-zam dan peristiwa pasukan gajah.
1.
Penggalian Sumur Zam-Zam
Ketika
Abdul mutholib sedang tidur didekat hajar aswad beliau bermimpi seseorang
mendatanginya dan memerintahkannya menggali sumur zam-zam, kemudian beliau menceritakan
pada kaumnya lalu mereka berkata : “Apakah telah dijelaskan kepadamu dimana
tempatnya ?”, maka beliau menjawab tidak tahu, kemudian kaumnya berkata :
“Kalau begitu tidurlah engkau dan bermimpilah jika ucapan tersebut dari Allah, maka
Dia akan memberi penjelasan kepadamu, tetapi jika ucapan orang yang berada dalam
mimpi itu berasal dari setan, maka ia tidak akan kembali kepadamu.
Beliau kemudian
tidur dan bermimpi ada seseorang datang kepadanya lalu berkata : “Galilah zam-zam
jika kau gali tidak akan menyesal karena ia peninggalan datukmu yang terbesar airnya
tidak akan habis, selamanya melimpah dan utuk memberi minum orang haji”, lalu Abdul
Mutholib berkata : “Dimana letak zam-zam tersebut berada ?”, dijawab : “Dirumah
semut dimana burung gagak menggali”.
Keesokan
harinya Abdul Mutholib mengajak anak satu-satunya yakni Harits untuk menggali.
Orang Quraisy yang melihat hal itu berkata orang Quraisy juga berhak menggali
akan tetapi Abdul Mutholib tidak mau sampai akhirnya terjadi percecokan dan
hasilnya mereka sepakat untuk pergi ke dukun
wanita yang tinggal di Syam akhirnya semua orang berangkat. Saat
beberapa hari melewati padang sahara, mereka kehausan karena kehabisan bekal
minum, kemudian atas perintah Abdul Mutholib, mereka menggali sumur di padang sahara
tersebut, tiba tiba dari bawah telapak kaki hewan tunggangan Abdul Mutholib memancarkan
air tawar, beliau bertakbir dan diikuti oleh kaumnya, lalu semua orang minum
dan mengisi tempat air mereka, kemudian mereka berkata : “Demi Allah, persoalan
ini kau yang memenangkan Abdul Mutholib, sesungguhnya Dzat yang memberimu air
di padang tandus ini adalah Dzat yang memberimu zam-zam”, akhirnya mereka pulang
dan tidak jadi untuk pergi ke dukun.
Akhirnya
beliau menggali sumur ditempat yang ada di dalam mimpi, rumah semut tersebut terletak
di tempat orang Quraisy menyembelih qurban. Baru saja menggali, beliau
bertakbir karena melihat didalam sumur terdapat dua patung kijang dari emas yang
ditimbun oleh Bani Jurhum dahulu saat akan meninggalkan mekkah, juga terdapat pedang
dan baju besi. Kedua patung kijang tersebut diletakkan di pintu Ka'bah menurut
jumhur ulama itu adalah emas pertama kali yang dikenakan di Ka'bah kemudian beliau
memberi air minum zamzam ke kaumnya. Sebelumnya, org Quraisy telah banyak menggali
sumur-sumur untuk minumnya orang haji, semenjak adanya sumur zam-zam maka jamaah haji diberi minum
zamzam karena letaknya dekat dengan Masjidil Haram dan airnya lebih bersih selain
itu sumurnya adalah sumur Nabi Ismail. Saat abdul mutholib menggali sumur, beliau
bernadzar jika mempunyai anak 10 orang serta mereka besar dan mampu
melindunginya, beliau akan menyembelih salah seorang anak untuk Allah disamping
Ka'bah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar