15 Des 2014

PERISTIWA PENTING MASA ABDUL MUTHOLIB BAG.2



2.        Peristiwa Pasukan Gajah
Disaat itu Ka'bah adalah pusat berkumpulnya manusia baik untuk haji maupun berniaga. Melihat hal itu amir yaman bernama Abrohah sangat iri lalu ia membangun gereja yang megah di yaman dengan mengatakan kepada rakyatnya akan mengalihkan haji orang-orang Arab. Disaat itu ada satu orang Arab yang sedang berdagang mendengarkan dan sangat marah sekali pdagang itu bernama Al-Kinani. Ia masuk ke gereja dan membuang hajat besar didalam gereja setelah itu ia pulang ke Arab. Abrohah murka dan memerintahkan pasukannya dengan mengendarai gajah menuju ke Baitulloh untuk menghancurkannya. Beritapun tersebar sehingga orang-orang Arab bersiap-siap untuk melawannya.
Saat tiba di dekat Mekkah, pasukan Abrohah merampasi harta benda dan hewan penduduk termasuk 200 unta milik Abdul Mutholib kemudian Abrohah menyuruh utusannya untuk menemui pemimpin Mekkah. Setelah bertemu Abdul Mutholib, utusan tersebut mengajaknya untuk menemui Abrohah. Saat Abdul Mutholib datang Abrohah duduk diatas singgasananya yang tinggi karena ia tidak ingin jika orang lain lebih tinggi darinya, akan tetapi saat melihat Abdul Mutholib ia terpukau karena Abdul mutholib sangat tampan, penuh keagungan dan dipancari nur sehingga tanpa sadar ia turun dari singgasananya dan mempersilahkan duduk berhadapan kepada Abdul Mutholib, lalu Abrohah berkata : “Aku datang tidak untuk memerangi kalian akan tetapi untuk hancurnya Baitulloh, jika kalian menghalanginya kami akan memeranginya”. Abdul Mutholib berkata : “Aku datang untuk mengambil untaku ynag kau rampas”. Abrohah kaget dan berkata : “Kau datang hanya untuk itu? sungguh, saat pertama melihatmu, aku sangat segan, tetapi aku jadi heran, bagaimana seorang pemimpin yang tempatnya akan dihancurkan malah memikirkan untanya ?”. Abdul Mutholib berkata : “Sesungguhnya aku adalah pemilik unta dan harus melindungi milikku, sedang Baitulloh itu mempunyai Pemilik (Allah) yg akan melindunginya itu terserah antara engkau dan denganNya”.
Abdul Mutholib setelah itu pergi ke kaumnya dan memerintahkan mereka keluar untuk berlindung ke gunung-gunung dan syi'ib-syi’ib (semacam lembah)  agar tidak diganggu pasukan Abrohah. Sebelum pergi Abdul mutholib berdiri dekat Ka'bah dan berdoa memohon pertolongan. Keesokan harinya Abrohah bersiap memasuki Mekkah dan tanpa diketahui Abrohah ada seorang Arab bernama Nufail membisiki telinga gajah Abrohah : “Sesungguhnya kau (gajah) berada ditanah haram maka duduklah”, maka gajahpun duduk saat disuruh berdiri menghadap ke Mekkah, ia tidak mau sampai dipukul berkali kali akan tetapi saat disuruh menghadap selain ke Mekkah ia berdiri.
Sebelum memasuki Mekkah tiba-tiba Allah mengirim burung-burung setiap burung membawa tiga batu dari neraka, setiap mengenai pasukan Abrohah pasti tewas akhirnya pasukan gajah kocar-kacir dan lari ke Yaman. Abrohah juga terkena batu ia digotong pasukannya dan anggota tubuhnya berjatuhan dengan mengeluarkan darah dan nanah sampai akhirnya dadanyapun terpisah dan dia lalu tewas. Allah mengabadikannya dalam Al Qur'an Surat Al Fiil (1-5). Abrohah tewas di Shon'a Yaman. Akhirnya kaum Quraisy kembali ke tempat mereka dengan bersuka ria.

Tidak ada komentar: