Sayyidah
Aminah beliau adalah ibunda
Rosululloh, pada masa itu beliau adalah gadis yang paling mulia di kaum Quroisy
baik dari nasab maupun kebangsawanannya sehingga beliau dijuluki si bunga
Quroisy putri penghulu bani Zuhroh yang terjaga di tempat pingitannya terdinding
dari pandangan mata banyak orang tetapi terkenal keharuman namanya. Beliau
semasa kecil sebelum dipingit sudah mengenal putra-putra Abdul Mutholib karena
dikalangan kaum Quroisy keluarga bani Hasyim sangat dekat sekali dengan bani Zuhroh
yang terjaga mulai dari kakeknya yaitu saudara sekandung Qusyoi dan Zuhroh.
Ketika
usai terjadi selamatnya Abdulloh dari penyembelihan maka Abdul Mutholib tidak
langsung pulang kerumahnya tetapi mengajak Abdulloh kerumah Wahb bin Abdu Manaf
untuk melamar Aminah, disaat berjalan menuju rumah Aminah ada beberapa wanita yang
menawarkan dirinya ke Abdulloh meminta dijadikan istri diantaranya bernama
Ruqoyyah binti Naufal akan tetapi Abdulloh menolaknya dengan halus.
Beberapa
hari kemudian menikahlah Abdulloh dan Aminah sepasang suami istri yang sama
sama paling baik nasabnya murni Quroisy dan paling mulia kedudukannya. Setelah
menikah Abdulloh berjalan keluar dan bertemu Ruqoyyah tapi wanita tersebut diam
saja tidak seperti sebelumnya sehingga Abdulloh penasaran dan bertanya lalu
Ruqoyyah menjawab sinar yang engkau miliki kemarin telah pergi darimu dan sinar
itu sekarang telah berpindah ke Aminah jadi aku sekarang tidak tertarik lagi
padamu. Hal ini karena Ruqoyyah adalah saudari Waroqoh bin Naufal sepupu
Sayyidah Khodijah seorang rohib dimana Ruqoyyah mendengar dari saudaranya
tersebut akan ada Nabi dari umat ini makanya ia menawarkan diri ke Abdulloh.
Abdulloh
menceritakan pada istrinya maka Aminah berkata : Demi Allah, wahai anak pamanku
kita semua tahu Waroqoh telah mempelajari kitab suci nasrani dan ia mengatakan
berita gembira bahwa akan lahir seorang nabi dikalangan umat ini (dari Arab). Lalu
kedua suami istri tersebut terdiam lama dan saling bertatapan penuh makna
sambil berseri wajahnya tanpa bisa mengucapkan kata kata. Keduanya tenggelam
seperti itu sampai malam dan tertidurlah Aminah. Sampai akhirnya menjelang
waktu shubuh Aminah terbangun dan berkata pada suaminya bahwa baru saja mimpi. Didalam
mimpinya tersebut Aminah seperti melihat cahaya yang keluar dan memancar dari
perutnya dimana beliau bisa melihat istana di negeri Busroh Syam dan kemudian
beliau mendengar suara berkata kepadanya : Wahai Aminah, sesungguhnya engkau
sedang mengandung pemimpin umat ini, jika engkau melahirkannya, ucapkan aku
meminta perlindungan untuknya kepada Allah Yang Maha Esa dari keburukan semua
pendengki dan berilah dia nama Muhammad.
Maka
bergembiralah keduanya dan kemudian Aminah ingat akan seorang perempuan yang
bernama Sauda', dukunnya Quroisy yang terkenal dimana ia pernah berkata pada
bani Zuhroh : Sungguh, diantara kalian ada seorang putri yang akan melahirkan
seorang Nabi tolong tunjukkan padaku putrid-putri kalian, lalu bani Zuhroh
menunjukkannya dan ketika sampai pada Aminah maka dengan spontan Sauda' berkata
inilah yang akan melahirkan seorang Nabi. Maka bertambah gembiralah kedua suami
istri ini mengingat cerita ini.
Rosululloh
bersabda yang artinya aku adalah putra dari ibu-ibu mulia lagi suci dari
keturunan Sulaim (datuk Rosululloh dari nenek neneknya terkenal wanita suci dan
mulia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar