9 Jan 2015

Rosululloh Diasuh Pamannya BAG.1



Setelah kakeknya wafat Rosululloh diasuh pamannya yang bernama Abu Tholib, beliau adalah saudara kandung ayahnya. Nama sebenarnya adalah Abdu Manaf disebut Abu Tholib karena putra pertamanya bernama Tholib. Beliau adalah pemimpin kaumnya dan beliau bukan orang kaya dan memiliki anak banyak. Setelah Rosululloh dalam asuhannya banyak berkah yang turun di rumahnya. Beliau mengasuh Rosululloh melebihi anak-anaknya demikian pula istrinya yang bernama Fathimah binti Asad bin Hasyim (wanita bani Hasyim pertama yang melahirkan anak dari bani Hasyim pula sepupu Abu Tholib ibu Sayyidina Ali). Fathimah binti Asad berkata : Rosululloh tidak bersifat anak kecil padahal saat itu beliau seorg anak kecil. Setiap bangun tidur keadaan beliau sudah bersih dan penuh bau harum, saat makan tidak pernah berebut sehingga tidak tersisa makanan untuk Rosululloh. Melihat hal itu Fathimah binti Asad berkata : Apakah engkau sudah makan?, Rosululloh menjawab : Aku sudah makan wahai ibuku, aku telah pergi minum air zam-zam.
Sejak saat itu Abu Tholib melarang anak-anaknya, istrinya dan dirinya sendiri makan minum sebelum Rosululloh yang memulainya dulu. Maka tampaklah keberkahan beliau dimana jika sebelumnya mereka makan dulu biarpun kenyang tapi selesai makan tidak merasakan kenyang, tetapi setelah Rosululloh yang memulainya maka terjadi kebalikannya jadi kenyang walau tidak banyak makan. Setiap makan Abu Tholib selalu memangkunya. Saat memeras susu jika keluarga Abu Tholib yang memerasnya maka susu kambing tidak cukup untuk semua keluarga tetapi jika Rosululloh yang memerasnya maka sampai lebih-lebih susunya.
Pernah suatu saat terjadi paceklik yang panjang maka orang-orang semua datang ke Abu Tholib untuk memintanya berdoa, lalu Abu Tholib pergi dengan menggendong Rosululloh bersama kaumnya ke Ka'bah. Punggung Rosululloh ditempelkan di dinding Ka'bah lalu mereka semua berdoa dipimpin Abu Tholib tiba-tiba awan datang dari segala penjuru sehingga sangat hitam lalu turun hujan yang sangat lebat sehingga suburlah kembali lembah dan ladang. Semua itu karena berkah Rosululloh.

Tidak ada komentar: