8 Jan 2015

Rosululloh Diasuh Kakeknya




Setelah ibunya wafat Rosululloh dalam pengasuhan kakeknya. Kakeknya sangat menyayanginya melebihi sayangnya kepada anak dan cucunya yang lain. Abdul Mutholib mempunyai kursi khusus di Ka'bah karena beliau seorang pemimpin bani Hasyim dan tidak ada seorangpun yang berani mendudukinya. Suatu saat Rosululloh datang ke kursi tersebut dan duduk diatasnya. Melihat itu paman-pamannya mengambil beliau dari kursi tersebut agar tidak sampai ketahuan kakeknya tetapi ternyata kakek beliau melihatnya dan berkata : jangan larang anakku (Rosululloh) duduk di atas kursi ini. Demi Allah ia kelak menjadi orang besar. Lalu Abdul Mutholib mendudukkan Rosululloh bersamanya, mengusap punggungnya dengan tangannya dan beliau senang atas apa yang diperbuat oleh Rosululloh. Ketika Rosululloh berusia 8 tahun Abdul Mutholib wafat.
Sebelum wafat beliau mengumpulkan 6 putrinya (bibi -bibi Rosululloh) dengan berkata : menangislah kalian untukku agar aku dapat mendengar apa yang kalian katakan sebelum aku menghembuskan nafas terakhir, lalu para putrinya mengucapkan syiir duka cita Abdul Mutholib memberi isyarat senang dengan syiir yang diucapkan putrinya, kemudian Abdul Mutholib menyerahkan Rosululloh agar diasuh oleh anaknya yakni Abu Tholib (paman Rosululloh) karena beliau saudara sekandung ayah Rosululloh. Abdul Mutholib juga menyerahkan pengelolaan sumur zam-zam dan pemberian air minum kepada jamaah haji dilanjutkan Abbas bin Abdul Mutholib orang paling muda diantara saudaranya. Jabatan tersebut beliau pegang sampai Islam datang kemudian Rosululloh mengesahkannya seperti sebelumnya.

Tidak ada komentar: