12 Jan 2015

Perang Al Fijjar & Perjanjian Fudhul

Perang Al Fijjar
Ketika usia Rosululloh 14 atau 15 tahun terjadi perang fijjar. Disebut perang fijjar karena terjadi dibulan harom yakni bulan Rajab, perang ini terjadi antara qobilah Quroisy dan Hawazin. Hawazin adalah suku terbesar kedua setelah Quroisy. Perang Fijjar terjadi 4 kali dan Rosululloh mengikuti perang yang keempat. Dalam perang tersebut Rosululloh bertugas melindungi paman-pamannya dari panah musuh.
Penyebab perang tersebut adalah seorang Quroisy yang bernama Barrodh membunuh Uwais dari Hawazin di Ukadz (nama pasar di Mekkah dimana saat itu pasar Ukadz adalah pusat berkumpulnya manusia dari segala daerah untuk berdagang). Kejadian tersebut terjadi di bulan haram sehingga memicu terjadinya perang.
Nb: sebelum datang Islam bulan haram sangat dimuliakan. Sehingga saat Islam datang bulan haram tambah dimuliakan lagi.
Hilful Fudhul
Hilful Fudhul (perjanjian Al Fudhul) adalah perjanjian yang diadakan qobilah Quroisy di rumah Abdulloh bin Jud'an karena ia orang yang paling tertua. Isi perjanjian tersebut diantaranya:
1.        Jika ada orang teraniaya di Mekkah baik penduduk asli atau orang yang datang ke Mekkah mereka akan melindunginya.
2.        Orang yang menganiaya harus mengembalikan apa yang diambilnya dari orang yang teraniaya baik harta atau kehormatan harga diri.
Rosululloh bersabda:
لقد شهدت في دار عبدالله بن جدعان حلفامااحب ان لي له حمرالنعم،ولوادعي به في الاسلام لاجبت
(Sungguh aku ikut menghadiri perjanjian dirumah Abdulloh bin Jud'an. Perjanjian tersebut lebih aku sukai daripada unta merah. Jika dalam Islam aku diundang untuk mengadakan perjanjian seperti itu pasti aku memenuhinya).
Nb : Tambahan sedikit tentang pasar Ukadz. Selain untuk berdagang pasar ini digunakan untuk festival seni yang diadakan mulai bulan dzulqodah sampai dzulhijjah. Festival paling terkenal saat itu adalah lomba para penyair. Ustad Muhammad Haddad mengatakan bahwa ilmu syiir dan ilmu nasab di era jahiliyyah sangat berarti dan berharga. Jika mereka menguasainya maka dianggap 'allamah oleh sebab itu acara tahunan tersebut sangat di nanti. Karya syiir terbaik akan ditulis dengan tinta emas diatas kain mewah lalu digantungkan di dinding Ka'bah yang kemudian disebut dengan Mu'allaqot. Mu'allaqot di jaman tersebut yang paling terkenal adalah Mu'allaqot Umru al Qois, Zuhair, Nabighoh, Antaroh, Labid bin Robi'ah (jadi pembela Rosululloh). Sayyidah Aisyah sangat fasih pada muallaqot Umru al Qois. Biasanya syiir mu'allaqot itu berisi syiir yang panjang dan indah dengan persajakan yang rumit (makna yang tinggi). Ustad Muhammad mengatakan dulu para habaib mengadakan perkumpulan para penyair ulung tentang mahabbah pada Allah dan RosulNya di masjid Serang Surabaya.
Penyair Rosululloh yakni Hasan bin Tsabit sangat ditakuti kafir Quroisy karena tajamnya syiir yang ditujukan pada mereka. Ditambah lagi Rosululloh menyuruhnya belajar ilmu nasab pada Sahabat Abubakar Shiddiq maka dia jadi semakin ditakuti. Penyair Rosululloh yang lain yakni Kaab bin Zuhair karena indahnya syiirnya sampai Rosululloh memberikan burdahnya sama seperti Imam Bushiri.

Tidak ada komentar: