Perang Al Fijjar
Ketika usia Rosululloh 14 atau 15 tahun terjadi perang fijjar. Disebut
perang fijjar karena terjadi dibulan harom yakni bulan Rajab, perang ini
terjadi antara qobilah Quroisy dan Hawazin. Hawazin adalah suku terbesar kedua
setelah Quroisy. Perang Fijjar terjadi 4 kali dan Rosululloh mengikuti perang
yang keempat. Dalam perang tersebut Rosululloh bertugas melindungi
paman-pamannya dari panah musuh.
Penyebab perang tersebut adalah seorang Quroisy yang bernama Barrodh
membunuh Uwais dari Hawazin di Ukadz (nama pasar di Mekkah dimana saat itu
pasar Ukadz adalah pusat berkumpulnya manusia dari segala daerah untuk
berdagang). Kejadian tersebut terjadi di bulan haram sehingga memicu terjadinya
perang.
Nb: sebelum datang Islam bulan
haram sangat dimuliakan. Sehingga saat Islam datang bulan haram tambah
dimuliakan lagi.
Hilful Fudhul
Hilful Fudhul (perjanjian Al Fudhul) adalah perjanjian yang diadakan
qobilah Quroisy di rumah Abdulloh bin Jud'an karena ia orang yang paling
tertua. Isi perjanjian tersebut diantaranya:
1.
Jika ada orang teraniaya di Mekkah baik penduduk asli
atau orang yang datang ke Mekkah mereka akan melindunginya.
2.
Orang yang menganiaya harus mengembalikan apa yang
diambilnya dari orang yang teraniaya baik harta atau kehormatan harga diri.
Rosululloh bersabda:
لقد شهدت في دار عبدالله بن جدعان حلفامااحب ان لي له
حمرالنعم،ولوادعي به في الاسلام لاجبت
(Sungguh aku ikut
menghadiri perjanjian dirumah Abdulloh bin Jud'an. Perjanjian tersebut lebih
aku sukai daripada unta merah. Jika dalam Islam aku diundang untuk mengadakan
perjanjian seperti itu pasti aku memenuhinya).
Nb : Tambahan sedikit tentang
pasar Ukadz. Selain untuk berdagang pasar ini digunakan untuk festival seni
yang diadakan mulai bulan dzulqodah sampai dzulhijjah. Festival paling terkenal
saat itu adalah lomba para penyair. Ustad Muhammad Haddad mengatakan bahwa ilmu
syiir dan ilmu nasab di era jahiliyyah sangat berarti dan berharga. Jika mereka
menguasainya maka dianggap 'allamah oleh sebab itu acara tahunan tersebut sangat
di nanti. Karya syiir terbaik akan ditulis dengan tinta emas diatas kain mewah
lalu digantungkan di dinding Ka'bah yang kemudian disebut dengan Mu'allaqot.
Mu'allaqot di jaman tersebut yang paling terkenal adalah Mu'allaqot Umru al
Qois, Zuhair, Nabighoh, Antaroh, Labid bin Robi'ah (jadi pembela Rosululloh).
Sayyidah Aisyah sangat fasih pada muallaqot Umru al Qois. Biasanya syiir
mu'allaqot itu berisi syiir yang panjang dan indah dengan persajakan yang rumit
(makna yang tinggi). Ustad Muhammad mengatakan dulu para habaib mengadakan
perkumpulan para penyair ulung tentang mahabbah pada Allah dan RosulNya di
masjid Serang Surabaya.
Penyair Rosululloh yakni Hasan bin Tsabit sangat ditakuti kafir Quroisy
karena tajamnya syiir yang ditujukan pada mereka. Ditambah lagi Rosululloh
menyuruhnya belajar ilmu nasab pada Sahabat Abubakar Shiddiq maka dia jadi
semakin ditakuti. Penyair Rosululloh yang lain yakni Kaab bin Zuhair karena
indahnya syiirnya sampai Rosululloh memberikan burdahnya sama seperti Imam
Bushiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar