13 Jan 2015

Pernikahan Rosululloh dengan Sayyidah Khodijah BAG.1

Sebelum membahas pernikahan beliau kita bahas dulu sekelumit tentang Sayyidah Khodijah. Nasabnya adalah : Khodijah binti khuwailid bin asad bin abdul 'uzza bin qushoy. Sehingga beliau bertemu nasab dengan Rosululloh dari jalur ayahnya pada Qushoy bin Kilab. Ibunya adalah Fathimah binti Zaidah bin Al Ashom dari bani Amir bin Luay. Jadi ibu beliau bertemu nasab dengan Rosululloh dari jalur ibunya pada Luay bin Gholib.
Dijaman jahiliyah Khadijah dijuluki 'Afifah Thohiroh (wanita suci) dan penghulu wanita Quroisy. Hal itu karena beliau terkenal sangat menjaga kesuciannya baik dari segi jasmani maupun rohani dimana saat itu wanita sangat bebas dalam bergaul apalagi jika wanita dari bangsawan lebih bebas lagi pergaulannya. Tapi tidak untuk beliau walaupun dari kalangan bangsawan dan punya nasab yang mulia beliau sangat menjaga akhlaq. Beliau tidak pernah berhubungan dengan bukan mahromnya. Selain itu beliau adalah seorang ahli kitab karena tiap hari beliau selalu pergi belajar Taurot ke saudara sepupunya yang bernama Waroqoh bin naufal bin asad. Beliau mempunyai sifat yang sangat cerdas dan berpendirian kuat. Beliau tidak pernah menyembah berhala. Beliau wanita Quroisy termulia nasabnya, terhormat, terkaya dan sangat cantik. Sehingga tidak heran jika semua orang ingin menikah dengan beliau.
Beliau telah menikah dua kali yang semuanya telah wafat. Suami pertamanya bernama Atiq bin Abid mempunyai anak bernama Hind. Suaminya ini seorang pedagang saat wafat meninggalnya warisan yang banyak. Suami keduanya adalah Nabbasy bin Zuroroh mempunyai anak Abu Haalah dan Hindun, suaminya ini juga seorang pedagang saat wafat meninggalkan warisan yang sangat banyak juga bahkan melebihi peninggalan harta suami pertama. Oleh karena itu setelah suaminya wafat beliau yang melanjutkan usaha perdagangan suaminya dan beliau terkenal seorang saudagar yang sangat kaya dijaman itu karena beliau orang yang sangat cerdas maka tidak heran bila perdagangannya sangat sukses bahkan sampai ke negeri Syam.
Pernah suatu hari saat beliau sedang belajar kitab pada Waroqoh sepupunya tersebut berkata bahwa Nabi akhir zaman sebentar lagi akan muncul. Kata kata tersebut sering dikatakan Waroqoh. Suatu saat beliau berkumpul dengan teman-temannya sesama wnita bangsawan Quroisy. Salah satu dari teman beliau adalah seorang wanita yang ahlu kitab juga berkata bahwa akan datang seorang Nabi akhir zaman dan siapa yang mau menjadi istrinya? Temannya tersebut berkata sambil mabuk disaat itu khomer belum haram dan Sayyidah Khodijah tidak pernah minum khomr. Saat temannya mengucapkan itu beliau dalam hati berdoa agar beliau dapat jadi istri Nabi tersebut. Sejak saat itu walaupun banyak orang yang melamar beliau, beliau selalu menolaknya karena beliau mempunyai keyakinan yang kuat ingin menjadi istri Nabi akhir zaman yang akan muncul.

Tidak ada komentar: