Sebelum membahas pernikahan beliau kita bahas dulu sekelumit tentang
Sayyidah Khodijah. Nasabnya adalah : Khodijah binti khuwailid bin asad bin
abdul 'uzza bin qushoy. Sehingga beliau bertemu nasab dengan Rosululloh dari
jalur ayahnya pada Qushoy bin Kilab. Ibunya adalah Fathimah binti Zaidah bin Al
Ashom dari bani Amir bin Luay. Jadi ibu beliau bertemu nasab dengan Rosululloh
dari jalur ibunya pada Luay bin Gholib.
Dijaman jahiliyah Khadijah dijuluki 'Afifah Thohiroh (wanita suci) dan
penghulu wanita Quroisy. Hal itu karena beliau terkenal sangat menjaga
kesuciannya baik dari segi jasmani maupun rohani dimana saat itu wanita sangat
bebas dalam bergaul apalagi jika wanita dari bangsawan lebih bebas lagi pergaulannya.
Tapi tidak untuk beliau walaupun dari kalangan bangsawan dan punya nasab yang
mulia beliau sangat menjaga akhlaq. Beliau tidak pernah berhubungan dengan
bukan mahromnya. Selain itu beliau adalah seorang ahli kitab karena tiap hari
beliau selalu pergi belajar Taurot ke saudara sepupunya yang bernama Waroqoh
bin naufal bin asad. Beliau mempunyai sifat yang sangat cerdas dan berpendirian
kuat. Beliau tidak pernah menyembah berhala. Beliau wanita Quroisy termulia
nasabnya, terhormat, terkaya dan sangat cantik. Sehingga tidak heran jika semua
orang ingin menikah dengan beliau.
Beliau telah menikah dua kali yang semuanya telah wafat. Suami pertamanya
bernama Atiq bin Abid mempunyai anak bernama Hind. Suaminya ini seorang
pedagang saat wafat meninggalnya warisan yang banyak. Suami keduanya adalah
Nabbasy bin Zuroroh mempunyai anak Abu Haalah dan Hindun, suaminya ini juga
seorang pedagang saat wafat meninggalkan warisan yang sangat banyak juga bahkan
melebihi peninggalan harta suami pertama. Oleh karena itu setelah suaminya
wafat beliau yang melanjutkan usaha perdagangan suaminya dan beliau terkenal
seorang saudagar yang sangat kaya dijaman itu karena beliau orang yang sangat
cerdas maka tidak heran bila perdagangannya sangat sukses bahkan sampai ke
negeri Syam.
Pernah suatu hari saat beliau sedang belajar kitab pada Waroqoh sepupunya
tersebut berkata bahwa Nabi akhir zaman sebentar lagi akan muncul. Kata kata
tersebut sering dikatakan Waroqoh. Suatu saat beliau berkumpul dengan
teman-temannya sesama wnita bangsawan Quroisy. Salah satu dari teman beliau
adalah seorang wanita yang ahlu kitab juga berkata bahwa akan datang seorang
Nabi akhir zaman dan siapa yang mau menjadi istrinya? Temannya tersebut berkata
sambil mabuk disaat itu khomer belum haram dan Sayyidah Khodijah tidak pernah
minum khomr. Saat temannya mengucapkan itu beliau dalam hati berdoa agar beliau
dapat jadi istri Nabi tersebut. Sejak saat itu walaupun banyak orang yang
melamar beliau, beliau selalu menolaknya karena beliau mempunyai keyakinan yang
kuat ingin menjadi istri Nabi akhir zaman yang akan muncul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar