Ketika Sayyidah Khodijah mendengar informasi tentang keagungan kejujuran
Rosululloh dan kemuliaan akhlaqnya beliau mengutus orang kepercayaannya seorang
laki-laki budak beliau yang bernama Maisaroh untuk menemui Rosululloh dan
meminta untuk menjualkan barang dagangannya ke Syam dan akan memberikan
dagangan yang lebih baik dari yang diberikan kepada orang lain sehingga
gajinyapun akan lebih banyak juga. Rosululloh menerimanya dengan senang hati bukan
karena hal diatas tapi karena beliau ingin meringankan beban pamannya.
Rosululloh bekerja bukan tujuan mencari dunia karena dunia yang tunduk kepada
beliau.
Akhirnya Rosululloh berangkat ke Syam dan berhasil membawa keuntungan
berlipat ganda. Selama perjalanan tersebut Maisaroh sangat mengagumi kemuliaan
akhlaq beliau, dalam perjalanan tersebut Rosululloh berhenti dibawah naungan
pohon dekat rumah seorang pendeta yang bernama Nastur. Nastur mendekati
Maisaroh yang beristirahat tidak jauh dari Rosululloh dan berkata siapa
laki-laki yang berhenti berteduh di bawah pohon itu?, Maisaroh menjawab ia
seorang dari Quroisy dari penduduk tanah haram. Pendeta tersebut berkata tidak
akan berhenti dibawah pohon tersebut kecuali ia seorang Nabi karena pohon
tersebut pohon yang diduduki Nabi Isa dan dalam Taurot telah disebutkan bahwa
yang duduk dibawah pohon tersebut hanyalah seorang Nabi, maka Nastur mendekati
Rosululloh dan minta ijin melihat tanda nubuwwah, setelah melihatnya maka
bertambah yakinlah Nastur bahwa Rosululloh adalah seorang Nabi dan Nasturpun
langsung beriman. Maisaroh juga melihat dalam perjalanan tersebut awan yang
selalu menaungi Rosululloh karena saat itu cuacanya sedang panas-panasnya.
Setelah sampai di Mekkah, Rosululloh menyerahkan hasil dagangannya dan
Sayyidah Khodijah sangat gembira sekali akan keuntungan yang berlipat ganda,
kemudian Rosululloh pulang kerumahnya, Maisaroh menceritakan segala peristiwa
yang dialaminya saat perjalanan bersama Rosululloh. Sayyidah Khodijah sangat
memperhatikan cerita Maisaroh dengan seksama dan terkejut dengan keberkahan
yang diperolehnya dari perniagaan Rosululloh. Sayyidah Khodijah adalah wanita
yang berpendirian kuat, cerdas, terhormat dan mempunyai akhlak mulia yang
memang sudah dipersiapkan Allah untuk mendampingi Rosululloh kelak, maka
setelah mendengar cerita Maisaroh tersebut beliau menyatakan hasratnya untuk
menikah dengan Rosululloh, beliaupun mengutus teman dekatnya yang bernama
Nafisah binti Muniyah untuk menyampaikannya kepada Rosululloh. Sayyidah
Khodijah berpesan kepada sahabatnya tersebut untuk mengatakan pesannya yang
berbunyi : Hai saudara misanku, sungguh aku tertarik padamu karena
kekerabatanmu, kemuliaanmu di kaummu, jejujuranmu, kebaikan akhlaqmu dan
kebenaran tutur katamu. Sayyidah Khodijah menawarkan dirinya kepada Rosululloh.
Ketika Sayyidah Khodijah mengungkapkan tawarannya, Rosululloh
menceritakan kepada paman-pamannya dan semua keluarga Rosulullohpun
menyetujuinya, demikian pula Rosululloh menyetujuinya karena kemuliaan akhlaq
Sayyidah Khodijah dan kehormatan dirinya di kaum Quroisy yakni wanita yang
paling mulia nasabnya dan terhormat. Lalu Rosululloh bersama pamannya Hamzah
bin Abdul Mutholib pergu meminang Sayyidah Khodijah, tidak lama kemudian
Rosululloh menikah dengan Sayyidah Khodijah dimana saat itu usia Rosululloh 25
tahun dan istrinya berusia 40 tahun. Pernikahan tersebut terjadi dua bulan
sesudah Rosululloh pergi membawa dagangan Sayyidah Khodijah ke Syam. Rosululloh
memberi mahar sebanyak 20 lembu. Sayyidah Khodijah adalah wanita pertama yang
dinikahi Rosululloh dan Rosululloh tidak menikah dengan wanita lain semasa
hidup Sayyidah Khodijah. Rosululloh menikah lagi dengan wanita lain setelah
Sayyidah Khodijah meninggal dunia.
Sebelum menikah dengan Rosululloh, Sayyidah Khodijah menceritakan tentang
Rosululloh kepada sepupunya yang ahli kitab injil seperti yang beliau dengar
dari cerita Maisaroh. Sepupunya Waroqoh bin Naufal berkata : Jika ini benar
wahai Khodijah sesungguhnya Muhammad adalah nabi untuk umat ini seperti yang
dikatakan dalam Injil. Aku tau persis umat ini akan mempunyai nabi yang
ditunggu kedatangannya dan sekarang telah tiba masa kemunculan nabi tersebut,
namun hingga kapan masa penantian ini ?, Oleh karena itulah Sayyidah Khodijah
yang cerdas berhasrat untuk menikah dengan Rosululloh, jadi bukan bertujuan
nafsu tapi bertujuan ingin mendampingi calon pembawa risalah Allah dimuka bumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar