Saat Rosululloh berusia 2 tahun beliau disapih kenudian ibu Halimah
membawa Rosululloh ke ibunya dengan rasa berat hati. Ibu Halimah memohon dengan
sangat agar diperbolehkan mengasuh Rosululloh dan ternyata diijinkan oleh
Sayyidah Aminah, hal itu karena disaat itu Mekkah terserang wabah penyakit dan
supaya Rosululloh lebih matang dan fasih tinggal di pedesaan. Rosululloh
bersabda :
انااعربكم،اناقرشي
واسترضعت في بني سعد بن بكر.
Aku adalah orang yang paling fasih diantara
kalian, aku adalah orang Quroisy dan aku disusui di bani Sa'ad bin Bakr.
Beliau sejak
usia dua tahun sudah mengembala kambing dengan tangkas. Beliau bersabda :
مامن نبي الاوقدرعي
العلم.قيل:وانت يارسول الله؟قال:وانا
Tidak ada satu nabipun melainkan ia
mengembala kambing. Ditanyakan kepada beliau : termasuk engkau wahai Rosululloh
? Rosululloh berkata : ya, termasuk Aku.
Ketika berusia 4 tahun terjadi peristiwa pembelahan dada. Saat itu
Rosululloh bersama saudara sesusunya dibelakang rumah sedang mengembalakan
kambing, tiba-tiba beliau didatangi dua orang berpakaian putih dengan membawa
bejana emas yang penuh berisi air yang putihnya seperti salju menurut riwayat
lain adalah air zam-zam.
Kedua orang tersebut mengambil Rosululloh lalu membaringkannya kemudian
membelah perut beliau dan mengeluarkan hatinya, membelah hatinya dan
mengeluarkan gumpalan hitam dari hatinya dan membuangnya. Setelah itu keduanya
mencuci hati dan perut beliau dengan air zam-zam dan diisi dengam iman dan
hikmah.
Salah seorang dari
mereka berkata : timbanglah dia (hati) dengan 10 orang dari hati umatnya.
Kemudian oarang satunya menimbangnya ternyata hati beliau lebih berat. Kemudian
ditimbang lagi beberapa kali sampai hitungan 1000 dan tetap lebih berat hati
beliau. Akhirnya orang pertama berkata : biarkan dia, Demi Allah, seandainya
engkau menimbangnya dengan seluruh umatnya ia tetap lebih berat dari mereka.
Kemudian kedua orang tersebut yang ternyata adalah malaikat menutup kembali
dada beliau lalu malaikat tersebut menyetempel dengan stempel nubuwwah diantara
dua pundaknya. Menurut riwayat lain cap tersebut ditengah pas hati karena nur
dari hati tersebut menembus sampai ke belakang sehingga menjadi stempel
nubuwwah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar