Rosululloh hanya sebentar disusui ibunya
karena adatnya waktu itu bayi yang lahir di kaum Quroisy disusukan kepada
wanita wanita dari desa pegunungan. Sebelum mencari ibu susu beliau disusui
oleh Tsuwaibah Al-Aslamiyah bekas budak Abu Lahab yang memberi kabar gembira
kelahiran Rosululloh sehingga langsung dibebaskan tuannya. Pada Tsuwaibah
inilah Rosululloh menjadi saudara sesusu juga dengan Hamzah (paman beliau) dan
Abu salamah (sepupu beliau), beliau disusui Tsuwaibah hanya sebentar saja.
Kemudian Abdul mutholib mencarikan ibu susu
dan memilih Halimah binti Abu Dzuaib dari Qobilah Hawazin karena akhlaqnya yang
baik. Sebelum bertemu bayi Rosululloh semua wanita yang akan menyusui bayi-bayi
Quroisy saat itu menolak Rosululloh termasuk Halimah, hal itu dikarenakan
Rosululloh anak yatim sedang para wanita yang menyusui tersebut bertujuan
mereka mendapat upah yang banyak dari ayah si bayi yang akan disusui. Waktu itu
hanya Halimah yanh belum mendapat bayi karena ia terakhir yang tiba di Mekkah
karena unta yang ditungganginya lemah dan kurus sehingga tertinggal dari
rombongannya bani Sa'ad bin Bakr, Saat itu Halimahpun sangat lemah keadaannya
air susunya tidak mengeluarkan air susu yang banyak sehingga anak-anaknyapun
menangis kelaparan karena air susu ibunya tidak mengeyangkan mereka. Saat
ditawari menyusui Rosululloh Halimah dan suaminya berpikir sampai tiga hari.
Ketika semua wanita sudah mendapatkan bayi susu tinggal Halimah yang belum.
Akhirnya Halimah mengambil Rosululloh karena ia tidak mau pulang dengan tidak
membawa bayi, Ia dan suaminya berdoa mendapat keberkahan.
Saat pertama bertemu bayi Rosululloh
Halimah langsung jatuh cinta karena saat itu bayi Rosululloh sedang tidur
sambil tersenyum dan terpancar nur, sehingga Halimah dengan spontan berkata
walaupun aku tidak di upah aku mau menyusuinya. Akhirnya Rosululloh dibawa
pergi kekaumnya dengan perasaan suka cita yang sangat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar