27 Des 2014

HIPOTENSI


بسم الله الرحمن الرحيم
Hipotensi adalah kebalikan dari hipertensi yang sudah kita bahas sebelumnya. Hipotensi adalah keadaan dimana tekanan darah saat jantung berdetak jauh lebih rendah daripada biasanya. Disebut hipotensi bila tekanan darahnya dibawah 90/60 mmHg. Ada orang tertentu dengan tekanan darah rendah tidak merasa gangguan. Ada tiga tipe utama hipotensi yaitu :
A.    Hipotensi Ortostatik
B.     Neurally Mediated Hypotension (NMH)
C.     Hipotensi parah karena syok (misal kehilangan banyak darah), infeksi atau reaksi alergi yang parah
A.      Hipotensi Ortostatik
Hipotensi Ortostatik disebabkan oleh perubahan posisi tubuh yang tiba-tiba. Paling sering ketika dari berbaring ke berdiri. Biasanya berlangsung dalam beberapa detik atau menit. Jika dialami setelah makan disebut hipotensi ortostatik postprandial. Sering kali dialami dewasa tua, penderita hipertensi dan penderita parkinson.
B.       Neurally Mediated Hypotension (NMH)
Neurally Mediated Hypotension (NMH) sering dialami oleh orang dewasa usia muda dan anak-anak. Biasanya ini terjadi ketika seseorang berdiri terlalu lama.
Hipotesi bisa juga disebabkan oleh obat-obatan, seperti:
Ø  Alkohol
Ø  Obat pereda gelisah
Ø  Anti depresi jenis tertentu
Ø  Diuretik (obat untuk mengurangi kelebihan cairan tubuh)
Ø  Obat jantung, termasuk obat hipertensi dan jantung koroner
Ø  Obat yang digunakan dalam pembedahan
Ø  Obat penghilang rasa sakit
Penyebab lainnya:
            Ø  Diabetes yang parah
Ø  Anaphylaxis (respon pada alergi yang membahayakan)
Ø  Perubahan ritme jantung (Arrhythmias)
Ø  Dehidrasi (kekurangan cairan)
Ø  Pingsan
Ø  Serangan jantung
Ø  Gagal jantung
Ø  Syok (Akibat dari infeksi parah, stroke, anaphylaxis, kehilangan darah, atau serangan jantung)
Gejala Hipotensi antara lain :
1.      Penglihatan kabur
2.      Kebingungan
3.      Pingsan
4.      Pusing (kepala terasa ringan atau berputar)
5.      Kantuk
6.      Lemas
Pengobatan Hipotensi
Ø  Hipotensi pada orang sehat yang tidak menimbulkan masalah tidak memerlukan perawatan.
Ø  Jika ada tanda atau gejala tekanan darah rendah, perlu  pengobatan dan tergantung pada penyebabnya.
Ø  Hipotensi ortostatik akibat  obat-obatan, dokter dapat mengubah dosis atau mengganti obat yang sesuai. Tapi jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Ø  Hipotensi ortostatik karena dehidrasi, meningkat cairannya atau memakai perban elastis sehingga tekanan darah bagian bawah tubuh meningkatkan.
Ø  Hipotensi  NMH harus menghindari pemicu, seperti berdiri terlalu lama, pengobatan lain, banyak minum cairan dan meningkatkan jumlah garam (atas rekomendasi dokter) dalam makanan.
Ø  Hipotensi akut akibat syok adalah kedaruratan medis. Dengan memberi transfusi darah intravena, obat-obatan untuk meningkatkan tekanan darah dan kekuatan jantung, serta obat lainnya seperti antibiotik (bila syok akibat infeksi).
Beberapa Tips bagi Penderita Hipotensi
Ø  Penderita hipotensi dengan kadar zat besi rendah misal wanita yang haid bila perlu  membutuhkan suplemen penambah darah.
Ø  Dampingi orang tua yang menderita hipotensi berat dikhawatirkan cedera kepala ketika jatuh.
Ø  Bila merasa gejala penurunan tekanan darah, segera duduk atau berbaring dan mengangkat kaki di atas ketinggian jantung.
Jika hipotensi menyebabkan pingsan, segeralah cari perawatan medis. Apalagi sampai tidak bernafas, segeralah lakukan pertolongan bantuan pernafasan.

Tidak ada komentar: