بسم
الله الرحمن الرحيم
Hipotensi adalah kebalikan dari hipertensi yang
sudah kita bahas sebelumnya. Hipotensi adalah keadaan dimana tekanan darah saat
jantung berdetak jauh lebih rendah daripada biasanya. Disebut hipotensi bila
tekanan darahnya dibawah 90/60 mmHg. Ada orang tertentu dengan tekanan darah
rendah tidak merasa gangguan. Ada tiga tipe utama hipotensi yaitu :
A. Hipotensi
Ortostatik
B. Neurally
Mediated Hypotension (NMH)
C. Hipotensi
parah karena syok (misal kehilangan banyak darah), infeksi atau reaksi alergi
yang parah
A.
Hipotensi
Ortostatik
Hipotensi Ortostatik disebabkan oleh perubahan
posisi tubuh yang tiba-tiba. Paling sering ketika dari berbaring ke berdiri.
Biasanya berlangsung dalam beberapa detik atau menit. Jika dialami setelah
makan disebut hipotensi ortostatik postprandial. Sering kali dialami dewasa
tua, penderita hipertensi dan penderita parkinson.
B.
Neurally
Mediated Hypotension (NMH)
Neurally Mediated Hypotension (NMH) sering dialami
oleh orang dewasa usia muda dan anak-anak. Biasanya ini terjadi ketika
seseorang berdiri terlalu lama.
Hipotesi
bisa juga disebabkan oleh obat-obatan, seperti:
Ø Alkohol
Ø Obat
pereda gelisah
Ø Anti
depresi jenis tertentu
Ø Diuretik
(obat untuk mengurangi kelebihan cairan tubuh)
Ø Obat
jantung, termasuk obat hipertensi dan jantung koroner
Ø Obat
yang digunakan dalam pembedahan
Ø Obat
penghilang rasa sakit
Penyebab
lainnya:
Ø Diabetes
yang parah
Ø Anaphylaxis
(respon pada alergi yang membahayakan)
Ø Perubahan
ritme jantung (Arrhythmias)
Ø Dehidrasi
(kekurangan cairan)
Ø Pingsan
Ø Serangan
jantung
Ø Gagal
jantung
Ø Syok
(Akibat dari infeksi parah, stroke, anaphylaxis, kehilangan darah, atau
serangan jantung)
Gejala Hipotensi antara lain :
1.
Penglihatan kabur
2.
Kebingungan
3.
Pingsan
4.
Pusing (kepala terasa ringan atau berputar)
5.
Kantuk
6.
Lemas
Pengobatan Hipotensi
Ø Hipotensi pada orang sehat yang
tidak menimbulkan masalah tidak memerlukan perawatan.
Ø Jika ada tanda atau gejala tekanan
darah rendah, perlu pengobatan dan
tergantung pada penyebabnya.
Ø Hipotensi ortostatik akibat obat-obatan, dokter dapat mengubah dosis atau
mengganti obat yang sesuai. Tapi jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi
dengan dokter.
Ø Hipotensi ortostatik karena
dehidrasi, meningkat cairannya atau memakai perban elastis sehingga tekanan
darah bagian bawah tubuh meningkatkan.
Ø Hipotensi NMH harus menghindari pemicu, seperti berdiri
terlalu lama, pengobatan lain, banyak minum cairan dan meningkatkan jumlah
garam (atas rekomendasi dokter) dalam makanan.
Ø Hipotensi akut akibat syok adalah
kedaruratan medis. Dengan memberi transfusi darah intravena, obat-obatan untuk
meningkatkan tekanan darah dan kekuatan jantung, serta obat lainnya seperti
antibiotik (bila syok akibat infeksi).
Beberapa Tips bagi Penderita
Hipotensi
Ø Penderita hipotensi dengan kadar
zat besi rendah misal wanita yang haid bila perlu membutuhkan suplemen penambah darah.
Ø Dampingi orang tua yang menderita
hipotensi berat dikhawatirkan cedera kepala ketika jatuh.
Ø Bila merasa gejala penurunan
tekanan darah, segera duduk atau berbaring dan mengangkat kaki di atas
ketinggian jantung.
Jika hipotensi menyebabkan pingsan, segeralah
cari perawatan medis. Apalagi sampai tidak bernafas, segeralah lakukan
pertolongan bantuan pernafasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar