19 Nov 2014

KEPUTIHAN



Keputihan adalah masalah yang sering kita hadapi, tapi jangan keburu cemas karena keputihan belum tentu penyakit. Leukorrhea (lekore)/fluor albus/keputihan ialah cairan yang keluar dari saluran genitalia wanita yang bersifat berlebihan dan bukan merupakan darah.
Keputihan bukan suatu penyakit tersendiri, tetapi dapat merupakan gejala dari suatu penyakit lain. Keputihan yang berlangsung terus menerus dalam waktu yang cukup lama dan menimbulkan keluhan, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya
KEPUTIHAN ADA 2 JENIS:
1.      Keputihan bukan karena penyakit (keputihan non patologis)
2.      Keputihan karena penyakit (keputihan patologis)

A.      Keputihan bukan karena penyakit (keputihan Non Patologis).

Keputihan ini biasanya berwarna jernih atau putih dan menjadi kekuningan bila kontak dengan udara yang disebabkan oleh proses oksidasi, tidak gatal, jumlah cairan bisa sedikit, bisa cukup banyak dan tidak berbau. Biasanya ditemukan pada keadaan antara lain:
1.      Bayi baru lahir terutama sampai usia 10 hari, hal ini disebabkan pengaruh estrogen di plasenta terhadap uterus dan vagina bayi
2.      Premenarche
3.      Saat sebelum dan sesudah haid
4.      Saat atau sekitar ovulasi
5.      Kehamilan
6.      Faktor psikis misalnya stress
7.      Rangsangan seksual pada wanita dewasa
8.      Gangguan kondisi tubuh seperti keadaan anemia, kekurangan gizi, kelelahan, kegemukan, usia tua> 45 tahun.
9.      Hal lain yang juga dapat menyebabkan keputihan antara lain: pemakaian tampon vagina, celana dalam terlalu ketat, alat kontrasepsi, rambut yang tak sengaja masuk ke vagina, pemakaian antibiotika yang terlalu lama dan lain-lain.

B.       Keputihan karena penyakit ( keputihan patologis )
Keputihan dikatakan patologis jika terjadi peningkatan volume (khususnya jika sangat  membasahi pakaian), terdapat bau yang khas (busuk/anyir/amis), terasa gatal dan perubahan konsistensi (cairan dari vagina keruh dan kental) maupun perubahan warna (kekuningan, keabu-abuan, atau kehijauan).
Infeksi merupakan penyebab utama dari lekorea patologis, dapat berupa infeksi vagina (vaginitis) dan serviks (servisitis) baik bakteri, jamur, virus atau parasit. Penyebab terbesar dari infeksi adalah hubungan seksual, dimana lekoreanya bersifat abnormal dalam warna, bau, atau jumlahnya, dapat disertai gatal, pembengkakan, disuria (nyeri waktu kencing), nyeri perut atau pinggang.
Sebab lain masuknya kuman bisa pada waktu pemeriksaan dalam, pertolongan persalinan atau abortus, pemasangan AKDR (KB spiral), kurang gizi atau anemia. Adanya perubahan flora karena pencucian vagina yang kurang tepat pada tempatnya, atau pengobatan antibiotik yang berlebihan. Pada anak-anak sering karena higienis yang kurang baik. Kanker leher rahim juga dapat menyebabkan keputihan, tetapi bukan berarti keputihan menyebabkan kanker (keputihan bercampur darah dan berbau busuk).
Infeksi vagina adalah sesuatu yang sering kali muncul dan sebagian besar perempuan pernah mengalaminya dan akan memberikan beberapa gejala fluor albus yaitu :
Ø  Keputihan yang disertai rasa gatal, ruam kulit dan nyeri.
Ø  Sekret vagina yang bertambah banyak
Ø  Rasa panas saat kencing
Ø  Sekret vagina berwarna putih dan menggumpal
Ø  Berwarna putih kerabu-abuan atau kuning dengan bau yang  menusuk. Vaginosis bacterial sekret vagina yang keruh, encer, putih abu-abu hingga kekuning-kuningan dengan bau busuk atau amis, bau semakin bertambah setelah hubungan badan. Trikomoniasis (parasit) sekret vagina biasanya sangat banyak kuning kehijauan, berbusa dan berbau amis. Kandidiasis (jamur) sekret vagina menggumpal putih kental.
Ø  Gatal dari sedang hingga berat dan rasa terbakar kemerahan dan bengkak didaerah genital, tidak ada komplikasi yang serius. Infeksi klamidia (bakteri)  biasanya tidak bergejala.

C.      Terapi dan Pencegahan Keputihan
Tujuan pengobatan keputihan patologis untuk menghilangkan gejala, memberantas penyebabnya, mencegah terjadinya infeksi ulang, dan bila sudah menikah pasangan diikutkan dalam pengobatan.
1.    Pengobatan keputihan tergantung dari penyebab infeksi seperti jamur, bakteri atau parasit.
2.    Umumnya diberikan obat-obatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan proses infeksi sesuai dengan penyebabnya.
3.    Obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi keputihan biasanya berasal dari golongan flukonazol untuk mengatasi infeksi candida dan golongan metronidazol untuk mengatasi infeksi bakteri dan parasit
Ketika keputihan yang dicurigai patologis, apa tindakan Anda ?
Ø  Berupaya mencari pengobatan yang tepat dan benar
Ø  Hindari memakai pakaian ketat dan jaga kebersihan
Ø  Tidak mengobati diri sendiri karena kesalahan obat dapat memperberat infeksi
Ø  Pemakaian obat antibiotika, hanya atas anjuran dokter.
Khusus bagi perempuan, berikut ini beberapa tips untuk menjaga kesehatan dan kebersihan vagina anda yang harus diketahui :
1.    Selalu gunakan celana dalam berbahan katun. Katun merupakan kain terbaik yang sesuai untuk semua jenis kulit. Sehingga memungkinkan organ genital untuk menghirup udara segar dan selalu membantunya tetap kering.  Jangan suka bertukar-tukar celana dalam bersamaan dengan teman wanita lainnya
2.    Banyak makan sayur dan buah untuk mencegah infeksi vagina. Sayur dan buah yang kaya serat serta antioksidan tidak hanya membantu mencegah infeksi ragi vagina, tetapi juga membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
3.    Hindari penggunaan bahan kimia untuk daerah vagina, seperti sabun, deodoran, lotion atau produk kesehatan feminin lain yang dapat menyebabkan iritasi pada organ vagina. Terlebih lagi bila Anda memiliki alergi dengan bahan-bahan kimia.
4.    Jangan menggaruk organ intim terutama mengalami gatal atau iritasi pada organ vagina. Cobalah gunakan kain katun lembut dan air hangat untuk membuatnya lebih baik. Hal ini dapat menghindari penyebaran infeksi ke organ lain pada vagina.
5.    Jangan gunakan jelly atau minyak berparfum untuk pelumas vagina, karena dapat menyebabkan perkembangbiakan bakteri di dalam dan di sekitar vagina.
6.    Jaga kebersihan selama menstruasi. Hindari menggunakan pembalut yang beraroma (parfum) dan mengandung gel, karena dapat menimbulkan iritasi dan gatal pada vagina.  Selalu menjaga daerah vagina tetap bersih dan kering. Ganti pembalut jika terdapat gumpalan darah di atas pembalut, yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan bakteri dan jamur.
7.    Basuh vagina dengan air besih dan mengalir. Untuk menghindari masuknya bakteri dan jamur, basuhlah organ intim dengan air bersih dari arah depan ke belakang (vagina ke anus). Selain itu, selalu gunakan air yang mengalir atau berasal dari kran jika berada di toilet umum yang sebelumnya telah dibersihkan terlebih dahulu.
8.    Setelah selesai buang air kecil atau besar, membilas dengan cara yang benar dan biasakan selalu mengeringkan kemaluan dengan tisu atau handuk. Hal ini dapat menghindari perkembangbiakkan bakteri di dalam dan sekitar vagina.
9.    Jangan menggunakan handuk bersamaan
10.    Bagi wanita yang telah menikah dan berumur lebih dari 40 tahun, dianjurkan tiap tahun melakukan Pap Smer untuk mendeteksi perangai sel-sel yang ada di leher rahim.

Tidak ada komentar: