Keputihan adalah masalah yang sering kita hadapi,
tapi jangan keburu cemas karena keputihan belum tentu penyakit. Leukorrhea
(lekore)/fluor albus/keputihan ialah cairan yang keluar dari saluran genitalia
wanita yang bersifat berlebihan dan bukan merupakan darah.
Keputihan bukan suatu penyakit tersendiri, tetapi
dapat merupakan gejala dari suatu penyakit lain. Keputihan yang berlangsung
terus menerus dalam waktu yang cukup lama dan menimbulkan keluhan, perlu
dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya
KEPUTIHAN
ADA 2 JENIS:
1.
Keputihan bukan karena penyakit (keputihan
non patologis)
2.
Keputihan karena penyakit (keputihan
patologis)
A.
Keputihan
bukan karena penyakit (keputihan Non Patologis).
Keputihan
ini biasanya berwarna jernih atau putih dan menjadi kekuningan bila kontak
dengan udara yang disebabkan oleh proses oksidasi, tidak gatal, jumlah cairan
bisa sedikit, bisa cukup banyak dan tidak berbau. Biasanya ditemukan pada
keadaan antara lain:
1. Bayi
baru lahir terutama sampai usia 10 hari, hal ini disebabkan pengaruh estrogen
di plasenta terhadap uterus dan vagina bayi
2. Premenarche
3. Saat
sebelum dan sesudah haid
4. Saat
atau sekitar ovulasi
5. Kehamilan
6. Faktor
psikis misalnya stress
7. Rangsangan
seksual pada wanita dewasa
8. Gangguan
kondisi tubuh seperti keadaan anemia, kekurangan gizi, kelelahan, kegemukan,
usia tua> 45 tahun.
9. Hal
lain yang juga dapat menyebabkan keputihan antara lain: pemakaian tampon
vagina, celana dalam terlalu ketat, alat kontrasepsi, rambut yang tak sengaja
masuk ke vagina, pemakaian antibiotika yang terlalu lama dan lain-lain.
B.
Keputihan
karena penyakit ( keputihan patologis )
Keputihan dikatakan patologis jika
terjadi peningkatan volume (khususnya jika sangat membasahi pakaian), terdapat bau yang khas
(busuk/anyir/amis), terasa gatal dan perubahan konsistensi (cairan dari vagina
keruh dan kental) maupun perubahan warna (kekuningan, keabu-abuan, atau
kehijauan).
Infeksi merupakan penyebab utama dari
lekorea patologis, dapat berupa infeksi vagina (vaginitis) dan serviks
(servisitis) baik bakteri, jamur, virus atau parasit. Penyebab terbesar dari
infeksi adalah hubungan seksual, dimana lekoreanya bersifat abnormal dalam
warna, bau, atau jumlahnya, dapat disertai gatal, pembengkakan, disuria (nyeri
waktu kencing), nyeri perut atau pinggang.
Sebab lain masuknya kuman bisa pada
waktu pemeriksaan dalam, pertolongan persalinan atau abortus, pemasangan AKDR
(KB spiral), kurang gizi atau anemia. Adanya perubahan flora karena pencucian
vagina yang kurang tepat pada tempatnya, atau pengobatan antibiotik yang
berlebihan. Pada anak-anak sering karena higienis yang kurang baik. Kanker
leher rahim juga dapat menyebabkan keputihan, tetapi bukan berarti keputihan
menyebabkan kanker (keputihan bercampur darah dan berbau busuk).
Infeksi vagina adalah sesuatu yang sering kali
muncul dan sebagian besar perempuan pernah mengalaminya dan akan memberikan
beberapa gejala fluor albus yaitu :
Ø Keputihan
yang disertai rasa gatal, ruam kulit dan nyeri.
Ø Sekret
vagina yang bertambah banyak
Ø Rasa
panas saat kencing
Ø Sekret
vagina berwarna putih dan menggumpal
Ø Berwarna
putih kerabu-abuan atau kuning dengan bau yang
menusuk. Vaginosis bacterial sekret vagina yang keruh, encer, putih
abu-abu hingga kekuning-kuningan dengan bau busuk atau amis, bau semakin
bertambah setelah hubungan badan. Trikomoniasis (parasit) sekret vagina
biasanya sangat banyak kuning kehijauan, berbusa dan berbau amis. Kandidiasis
(jamur) sekret vagina menggumpal putih kental.
Ø Gatal
dari sedang hingga berat dan rasa terbakar kemerahan dan bengkak didaerah
genital, tidak ada komplikasi yang serius. Infeksi klamidia (bakteri) biasanya tidak bergejala.
C.
Terapi
dan Pencegahan Keputihan
Tujuan
pengobatan keputihan patologis untuk menghilangkan gejala, memberantas
penyebabnya, mencegah terjadinya infeksi ulang, dan bila sudah menikah pasangan
diikutkan dalam pengobatan.
1. Pengobatan
keputihan tergantung dari penyebab infeksi seperti jamur, bakteri atau parasit.
2. Umumnya
diberikan obat-obatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan proses infeksi
sesuai dengan penyebabnya.
3. Obat-obatan
yang digunakan dalam mengatasi keputihan biasanya berasal dari golongan
flukonazol untuk mengatasi infeksi candida dan golongan metronidazol untuk mengatasi
infeksi bakteri dan parasit
Ketika keputihan yang dicurigai
patologis, apa tindakan Anda ?
Ø Berupaya
mencari pengobatan yang tepat dan benar
Ø Hindari
memakai pakaian ketat dan jaga kebersihan
Ø Tidak
mengobati diri sendiri karena kesalahan obat dapat memperberat infeksi
Ø Pemakaian
obat antibiotika, hanya atas anjuran dokter.
Khusus
bagi perempuan, berikut ini beberapa tips untuk menjaga kesehatan dan
kebersihan vagina anda yang harus diketahui :
1. Selalu
gunakan celana dalam berbahan katun. Katun merupakan kain terbaik yang sesuai
untuk semua jenis kulit. Sehingga memungkinkan organ genital untuk menghirup
udara segar dan selalu membantunya tetap kering. Jangan suka bertukar-tukar celana dalam
bersamaan dengan teman wanita lainnya
2. Banyak
makan sayur dan buah untuk mencegah infeksi vagina. Sayur dan buah yang kaya
serat serta antioksidan tidak hanya membantu mencegah infeksi ragi vagina,
tetapi juga membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
3. Hindari
penggunaan bahan kimia untuk daerah vagina, seperti sabun, deodoran, lotion
atau produk kesehatan feminin lain yang dapat menyebabkan iritasi pada organ
vagina. Terlebih lagi bila Anda memiliki alergi dengan bahan-bahan kimia.
4. Jangan
menggaruk organ intim terutama mengalami gatal atau iritasi pada organ vagina.
Cobalah gunakan kain katun lembut dan air hangat untuk membuatnya lebih baik.
Hal ini dapat menghindari penyebaran infeksi ke organ lain pada vagina.
5. Jangan
gunakan jelly atau minyak berparfum untuk pelumas vagina, karena dapat
menyebabkan perkembangbiakan bakteri di dalam dan di sekitar vagina.
6. Jaga
kebersihan selama menstruasi. Hindari menggunakan pembalut yang beraroma
(parfum) dan mengandung gel, karena dapat menimbulkan iritasi dan gatal pada
vagina. Selalu menjaga daerah vagina
tetap bersih dan kering. Ganti pembalut jika terdapat gumpalan darah di atas
pembalut, yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan bakteri dan jamur.
7. Basuh
vagina dengan air besih dan mengalir. Untuk menghindari masuknya bakteri dan
jamur, basuhlah organ intim dengan air bersih dari arah depan ke belakang
(vagina ke anus). Selain itu, selalu gunakan air yang mengalir atau berasal
dari kran jika berada di toilet umum yang sebelumnya telah dibersihkan terlebih
dahulu.
8. Setelah
selesai buang air kecil atau besar, membilas dengan cara yang benar dan
biasakan selalu mengeringkan kemaluan dengan tisu atau handuk. Hal ini dapat
menghindari perkembangbiakkan bakteri di dalam dan sekitar vagina.
9. Jangan
menggunakan handuk bersamaan
10. Bagi
wanita yang telah menikah dan berumur lebih dari 40 tahun, dianjurkan tiap
tahun melakukan Pap Smer untuk mendeteksi perangai sel-sel yang ada di leher
rahim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar