بسم
الله الرحمن الرحيم
Dalam
sistem reproduksi (peranakan) wanita, kita insyaa Allah akan membahas beberapa
hal yang meliputi organ reproduksi,
oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan persalinan dan laktasi.
Pembahasan ini insyaa Allah bermanfaat bagi kita wanita aamiin. Organ
Reproduksi terdiri dari organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.
A.
Organ Reproduksi Dalam
Organ reproduksi dalam terdiri dari ovarium dan saluran
reproduksi (saluran kelamin).
Ø Ovarium
Ovarium adalah
indung telur yang berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3 - 4 cm.
Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang. Umumnya setiap
ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovum yang dihasilkan ovarium akan
bergerak ke saluran reproduksi. Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel
telur) serta hormon estrogen dan progesteron.
Ø Saluran reproduksi atau saluran kelamin terdiri dari :
a)
Oviduk
Oviduk
atau tuba falopii yaitu saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri
ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong
yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae).
Fimbrae berfungsi menangkap ovum (sel telur) yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum
yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk
menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus (rahim).
b)
Uterus
Uterus
(kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri
yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut
serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan
zigot (bakal janin) apabila terjadi fertilisasi (masuknya sel sperma ke ovum).
Uterus tersusun dinding berupa lapisan jaringan dari beberapa lapis otot polos
dan lapisan endometrium (tempat kelenjar lendir rahim). Di lapisan endometrium
tersusun sel-sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium menghasilkan
banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan menebal pada saat
ovulasi (melepasnya ovum dari ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi
(di mana tidak terjadi fertilisasi).
c)
Vagina
Vagina
(jalan lahir) merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada
wanita. Vagina bermuara pada vulva (bagian luar sistem reproduksi). Vagina
memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput
berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa
jaringan ikat berserat. Selaput berlendir (membran mukosa) menghasilkan lendir
pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar
Bartholin. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang
berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke
kondisi semula setelah janin dikeluarkan.
B.
Organ Reproduksi Luar
Organ
reproduksi luar wanita adalah vulva merupakan celah paling luar dari organ
kelamin wanita. Vulva terdiri dari mons pubis. Mons pubis (mons veneris)
merupakan daerah atas dan terluar dari vulva yang banyak mengandung jaringan
lemak. Pada masa pubertas (menjelang aqil baligh) daerah ini mulai ditumbuhi
oleh rambut. Di bawah mons pubis terdapat lipatan labium mayor (bibir besar)
yang berjumlah sepasang. Di dalamnya terdapat lipatan labium minor (bibir
kecil) yang juga berjumlah sepasang. Labium mayor dan labium minor berfungsi untuk
melindungi vagina. Gabungan labium mayor dan labium minor pada bagian atas
labium membentuk tonjolan kecil yang disebut klitoris (klentit, bagian ini
disunat pada bayi perempuan). Klitoris merupakan organ erektil yang dapat
disamakan dengan dzakar pada orang laki-laki. Meski klitoris secara struktural
tidak sama persis dengan penis, namun klitoris juga mengandung korpus kavernosa
yang terdapat banyak pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar