30 Des 2014

SISTEM REPRODUKSI WANITA


بسم الله الرحمن الرحيم
Dalam sistem reproduksi (peranakan) wanita, kita insyaa Allah akan membahas beberapa hal yang  meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan persalinan dan laktasi. Pembahasan ini insyaa Allah bermanfaat bagi kita wanita aamiin. Organ Reproduksi terdiri dari organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.
A.      Organ Reproduksi Dalam
Organ reproduksi dalam terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi (saluran kelamin).
Ø  Ovarium
Ovarium adalah indung telur yang berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3 - 4 cm. Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang. Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi. Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesteron.
Ø  Saluran reproduksi atau saluran kelamin terdiri dari :
a)   Oviduk
Oviduk atau tuba falopii yaitu saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum (sel telur) yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus (rahim).
b)   Uterus
Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot (bakal janin) apabila terjadi fertilisasi (masuknya sel sperma ke ovum). Uterus tersusun dinding berupa lapisan jaringan dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium (tempat kelenjar lendir rahim). Di lapisan endometrium tersusun sel-sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi (melepasnya ovum dari ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi (di mana tidak terjadi fertilisasi).
c)    Vagina
Vagina (jalan lahir) merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara pada vulva (bagian luar sistem reproduksi). Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat. Selaput berlendir (membran mukosa) menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan.
B.       Organ Reproduksi Luar
Organ reproduksi luar wanita adalah vulva merupakan celah paling luar dari organ kelamin wanita. Vulva terdiri dari mons pubis. Mons pubis (mons veneris) merupakan daerah atas dan terluar dari vulva yang banyak mengandung jaringan lemak. Pada masa pubertas (menjelang aqil baligh) daerah ini mulai ditumbuhi oleh rambut. Di bawah mons pubis terdapat lipatan labium mayor (bibir besar) yang berjumlah sepasang. Di dalamnya terdapat lipatan labium minor (bibir kecil) yang juga berjumlah sepasang. Labium mayor dan labium minor berfungsi untuk melindungi vagina. Gabungan labium mayor dan labium minor pada bagian atas labium membentuk tonjolan kecil yang disebut klitoris (klentit, bagian ini disunat pada bayi perempuan). Klitoris merupakan organ erektil yang dapat disamakan dengan dzakar pada orang laki-laki. Meski klitoris secara struktural tidak sama persis dengan penis, namun klitoris juga mengandung korpus kavernosa yang terdapat banyak pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa.

Tidak ada komentar: