22 Des 2014

KELAHIRAN ROSULULLOH



Menurut kebanyakan ahli siroh, sayyid Abdulloh hidup dengan istrinya kurang lebih 18 hari, kenudian beliau berniaga ke syam dengan rombongan kafilah sampai akhirnya beliau wafat dua bulan kemudian. Betapa sedihnya semua kaum Quraisy terlebih lagi istrinya yang sedang mengandung. Beliau sangat tegar karena Allah menurunkan ketenangan pada beliau dan beliau berkata pada orang sekitarnya : rasanya saya sudah mengerti rahasia yang terjadi pada Abdullah ditebus dari sembelihan itu untuk suatu tugas besar dan mulia takdir kewafatannya diperlambat agar ia menitipkan janin ini kepadaku dan sekarang ini saya sudah merasakan dia bergerak didalam rahimku, ya, untuk janin inilah saya harus terus hidup (semangat hidup).
Maka tibalah pada waktu sahur malam senin tanggal 12 Robi'ul Awwal tahun gajah (pendapat yang masyhur jarak kelahiran Rosululloh dengan hancurnya tentara gajah berjarak sekitar 50 hari) 571 Masehi lahirlah Rosululloh, saat detik-detik melahirkan Aminah melihat cahaya yanh terang menyinari seluruh penjuru rumah. Beliau melihat serombongan wanita mengelilinginya dengan pandangan penuh kasih sayang dan menenangkan Aminah yang akan melahirkan. Mereka mengenalkan dirinya yang ternyata mereka itu adalah Maryam binti Imron (Ibu Nabi Isa), Asiyah binti Muzahim (Istri Fir'aun yang mukminah) dan Hajar (Ibu Nabi Ismail) disaat itu Aminah ditemani budaknya Ummu Aiman dan bidan kelahiran Syafa' (Ibu Abdurrohman bin 'Auf) Mereka semua terpana akan kehadiran wanita mulia tersebut.


Usai melahirkan Aminah mengutus Ummu Aiman untuk memberi tahu Abdul Mutholib. Abdul Mutholib datang dengan rasa sangat gembira sekali dan penuh kasih sayang menatap wajah cucunya sementara telinganya mendengarkan cerita Aminah dengan seksama. Setelah usai mendengarkan cerita Aminah beliau dengan hati-hati menggendong cucunya tersebut keluar menuju Ka'bah untuk berdoa sebagai tanda rasa syukur akan kelahiran cucunya dari putranya yang paling disayangi.  Seluruh anak Abdul mutholib berdoa dengan rasa haru dan syukur disekeliling Ka'bah. Lalu Abdul Mutholib mengembalikannya ke ibunya dan beliau pergi untuk menyembelih hewan ternaknya untuk perayaan kelahiran cucunya dengan mengundang seluruh penduduk Mekkah bahkan hewan-hewan juga dikasi makanan. Mekkah dan penghuninya sangat bergembira dihari itu.

Tidak ada komentar: